Realita


Keseragaman itu akan segera berakhir, karena medan keberagaman akan segera hadir untuk dijalani. Bahasa-bahasa intelektual tidak laku lagi diperdagangkan, karena disana popularitas dan limpahan harta menjadi deking yang disegani. Bukan karena tidak mengerti untuk membedakan yang benar dan salah, tetapi perut dan kehidupan panjang menjadi taruhannya.

Hidup tidak bisa kembali, dan semua menyakini keberadaan surga dan neraka, tapi dari mana datangnya kesadaran tanpa adanya kemauan. Bahasa kata bukan lagi solusi apalagi pemakluman. Maka siapa yang bermain nominal dia yang akan berkuasa.

Dari pinggiran kota sampai ujung desa, wajah-wajah tanpa dosa menantikan sentuhan manusia asing pengukir sejarah. Mereka hanya memahami Tuhan itu ada, tapi seperti apa perintah Tuhan? masih saja dijadikan ritual pekanan atau bahkan tahunan. Iklan teman dekat menjadi konsumsi rutin disurat kabar, tak jarang menjadi legalitas tontonan disudut rumah. Mungkinkah penyakit tak berpenawar bukan lagi momok atau mungkin lebel kebebasan telah menjadi pengendali perilaku. Siapa sangka akhir hidup akan ada episode awal bernama akhirat. Petualang dunia mistik telah mengadaikan keberadaan Tuhan. Lucunya, banyak orang yang tertarik dan menjadi peniru setia. bahkan menjadi senjata paling ampuh untuk bertahan hidup. Lowongan itu tidak lagi melihat seberapa jujurkah sipelamar tapi berapa besar nominal yang diberikan, karena kulturnya siapa deking siapa. Untuk jadi tokoh mesti punya modal besar, bukan tokoh pembela rakyat, tapi tokoh yang akan bersaing dipentas kursi panas bernama penguasa. Itulah kondisinya.

Lalu, apa yang akan dilakukan. Diam seribu bahasa dengan memberikan pembenaran atas apa yang terjadi. Ikut bergabung, maka bersiaplah untuk menjadi bagian darinya. Ataukah siap merubah, maka siaplah menjadi asing bahkan common enemy. Dunia memang kejam, itulah gambarannya. Siapa yang bisa bertahan dengan idealismenya, maka dia telah memenangkan pertarungan realita.
tulisan dari kumpulan buku
“.Teruntuk Mereka…(masyarakat peradaban)”

Advertisements

One thought on “Realita

  1. ass
    yo yo yo
    willy kawan se PA aku

    add kawan kau di rantarokun.wordpress.com

    maju kawan anak muda n anak elektro mestinya punya blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.